Selasa, 29 Oktober 2013

Intermeso penghilang penat......

Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet

yang berinduksi di antara kita

Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2

Ah tak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku

Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa

maksimum

Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa

Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro...


Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat

aphelium

Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku

Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih

Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak

terbatas

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi

Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan

gaya

Energi kinetik cintaku = -mv~

Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi

hukum kekekalan di antara kita

Lihat hukum cinta kita

Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu

Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang

sempurna

Dengan inersia tak terhingga

Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya

Inilah resultan momentum cinta kita...

8 Cara Stimulus Kecerdasan Bayi

Berikut cara 8 Cara Stimulus Kecerdasan Bayi :

1 Kecerdasan berbahasa verbal

Intervensi dan stimulasi dengan mengajak bernyanyi atau bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dll. Pada umur 3 - 6 bulan ditambah dengan bermain 'cilukba', melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk. Pada usia 6 - 9 bulan distimulasi dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng. Umur 9 - 12 bulan ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

2. Kecerdasan emosi inter-personal

Intervensi dan stimulasi dengan bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, meminjamkan mainan, belajar bersalaman dengan orang lain (saat usia 9-12 bulan), mengenalkan orang baru dll.

3. Kecerdasan emosi intra-personal

Intervensi dan stimulasi dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang ceritera dll. Stimulasi anak anda dengan mengajak selalu tersenyum dan tertawa. jkauhkan kata kasar, sikap emosional, bertengkar atau adu mulut di depan atau dapat di dengar dan dilihat bayi.


4. Kecerdasan naturalis

Dapat dilakukan dengan bercerita dengan gambar, benda, alam dan kegiatan sekelilingnya. Ajaklah bayi tertawa dan bersenang-senang dengan kejadian dan peritiwa di sekitarnya. Setiap benda yang ada dilingkungan dapat dijadikan sumber interaksi bayi untuk belajar mengenal lingkungan dan belajar berkomunikasi

5. Kecerdasan logika-matematik

Intervensi dan stimulasi dengan bernyanyi dan bercerita dengan angka, terumatama angka satuan 1-10. Seperti menghitung benda-benda disekitarnya, bernyayi satu-satu aku sayang ibu dsbnya

6. Kecerdasan visual-spatial

Intervensi dan stimulasi dengan mengamati gambar atau foto terutama bentuk wajah orang atau kartun yang lucu. Berceritalah dengan kata-kata atau kalimat panjang dengan gambar yang cukup besar dilihat atau benda atau lingkungan dan peristiwa alam. Menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok seperti lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih, benda-benda berbunyi,

7. Kecerdasan gerak tubuh

Intervensi dan stimulasi (motorik kasar) pada sia 6-8 bulan merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan. Usia 9 -12 bulan ditambah stimulasi memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan. Bila terjadi keterlambatan tidak bolak balik atau tidak duduk merangkak sesuai usia 6-8 bulan, menunjukkan minimal keterlambatan ringan. Dapat dilakukan stimulasi keseimbangan dan vestibularis dengan berenang, terapi bola dan bermain ayunan.

8. Kecerdasan musikal

Intervensi dan stimulasi dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada. Biasakanlah saat berkomunikasi atau kontak dengan anak seperti saat ganti popok, mandi atau menyuap makan selalu bernyayi dan berdendang dengan lagu.

Sabtu, 12 Oktober 2013

MELATIH ANAK BERPIKIR KRITIS

BERPIKIR KRITIS

Untuk melatih anak berpikir kritis , ada beberapa kondisi yang dapat diciptakan orangtua agar anak terdorong berpikir kritis adalah :

  1. 1. Menciptakan rasa aman pada anak

    Untuk dapat berpikir kritis di butuhkan pola asuh yang penuh penerimaan terhadap anak, tidak mengintimidasi, dan tidak menyakiti. Anak yang tumbuh dengan rasa tidak aman akan menjadi anak yang penakut, tidak merasa bebas , merasa tertekan .Sehingga potensi berpikir kritis yang ada pada anak tidak akan muncul dan berkembang dengan baik. Sebaliknya anak yang di asuh dengan perlindungan rasa aman akan memiliki kebebasan berpendapat, keberanian berekspresi , dan kemampuan mengembangkan potensi-potensi kecerdasan pada dirinya. 

    2. Memperhatikan kesehatan anak 

    Untuk dapat berpikir kritis di butuhkan kondisi pisik dan otak yang optimal. Tugas orang tua untuk menstimulasi bagi pisik dan fungsi otaknya dengan memberikan nutrisi dan asupan gizi seimbang bagi anak sesuai umurnya.

    3. Mengutamakan penjelasan ketika menerapkan aturan

  2. Hendaknya orang tua dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya yang berpikir kritis. Orang tua yang berpikir kritis akan berusaha memahami dan mengerti kebutuhan anak dengan menjadi pendengar dan fasilitator yang bijak. Selalu berikan peenjelasan dan alasan atas apa yang di harapkan orang tua dari anaknya.

    4. Memberi ruang kebebasan berpikir dan berpendapat

    Berikan kebebasan berpikir dan berpendapat pada anak tanpa di batasi dan di takut - takuti. Pola asuh yang serba membatasi akan membuat anak ragu dan tidak percaya diri untuk membuktikan potensi dirinya.

    5. Memberi arahan yang tepat

    Anak yang berpikir kritis biasanya akan banyak bertanya. Pada anak yang masih kecil, pertanyaan diajukan untuk memenuhi rasa ingin tahunya.  Dengan bertambahnya usia orangtua bisa mengarahkan untuk mengajukan pertanyaan dengan cara yang baik pada orang dan waktu yang tepat. Arahan ini dapat melatih anak untuk menjadi tempat bertanyabagi orang lain.

    Jangan memaksa anak berpikir keras di luar kemampuan dan minatnya. Anak yang merasa di paksa akan cenderung pasif dan menghindar dari kegiatan berpikir . Akibatnya anak cenderung negativistik. Penting juga membiasakan anak mencari tahu informasi dari sumber-sumber yang terpercaya.

    6. Menerima perbedaan pendapat

    Berpikir kritis sama dengan mempertanyakan alasan dan bukti suatu gagasantermasuk keberanian mengkritik pendapat diri sendiri. Sama halnya orang tua di hadapan anak, Sebelum mengharapkan sesuatu dari anak , uji dulu alasanya apakah cukup masuk akal ? Apakah harapan itu untuk kepentingan anak atau orang tua semata ? pada saat anak mempertanyakan gagasan atau aturan yang di ajukan kepadanya, orang tua harus siap menerima pendapat yang berbeda dari anak. Menerima perbedaan juga merupakan dasar dalam berpikir kritis.

    Dengan kemampuan berpikir kritis , anak akan mampu menyaring apa pun yang menghampiri dirinya. Mengambil yang positif dan meninggalkan yang negatif . Anakpun akan mampu menyusun strategi kreatif untuk mengupas dan menghadapi masalah dengan menemukan solusi yang efektif dan efisien. Ia pun mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan orang lain.

    sumber. nakita No.582/TH.XII/24-30 MEI 2010

     

     

     

     

     

     

Jumat, 11 Oktober 2013

CARA MENDIDIK BAYI SUPAYA PINTAR

 
Beberapa bayi terlahir dengan kepintaran yang di turunkan oleh faktor genetika ada juga yang karena belajar dan didikan dari orang tua maupun guru. Namun, sebagai orang tua pasti berharap anaknya menjadi pintar. untuk itu tugas kita untuk memelihara dan memanfaatkan seluruh potensi dari anak-anak kita sejak lahir.

Banyak orang tua yang terlalu sibuk, terlalu lelah dan terlalu malas untuk menyediakan waktu yang diperlukan untuk perkembangan awal bayi. Akibatnya, anak-anak sekarang harus menghabiskan banyak waktu disekolah dibandingkan dengan anak-anak satu atau dua generasi yang sebelumnya. Mereka menggunakan lebih sedikit imajinasi dan lebih banyak teknologi, yang telah terbukti dalam studi membuat orang kurang cerdas daripada mereka yang membaca buku .

Penyebab eksternal lainnya adalah suasana rumah yang tidak mendukung seperti otang tua yang sering bertengkar, kurang kasih sayang, orang-orang yang tinggal di rumah yang emosional dan memiliki lingkungan keluarga yang tidak diinginkan. Suasana seperti itulah yang menjengkelkan bagi seorang anak, sehingga mereka kurang bersemangat belajar. Berikut adalah 8 cara untuk mendorong pengembangan pembelajaran awal untuk bayi Anda:

1. Ajak bayi anda keluar dan melihat-lihat lingkungan di luar rumah. Saat Anda membawa bayi untuk melihat bunga, burung dan mobil dan mengucapkan kata-kata dari benda-benda tersebut maka bayi Anda akan belajar hal-hal ini, serta menjadi lebih waspada dan sadar akan lingkungannya.

2. Bawa bayi ke mana-mana. Dia bisa bertemu orang-orang, melihat dunia dan menonton orang lain bukan hanya menatap ruangan sendiri setiap hari. Pengalaman ini bisa sangat merangsang mental baginya dan orang-orang akan membantu dia mengembangkan sosialnya. Lakukan hal-hal dengan bayi yang biasanya Anda lakukan. Biarkan dia melihat Anda menyikat gigi, rambut dan berpakaian. Meskipun butuh waktu lebih lama bagi Anda untuk melakukan tugas-tugas sederhana, bayi akan belajar dan menonton semua yang Anda lakukan. Hal ini membuat mengajarinya lebih mudah dan lebih cepat.

3. Hindari menonton TV. Beberapa orang tua membiarkan bayi mereka di depan TV karena mereka terlalu lelah atau malas untuk berinteraksi dengan mereka. Jika bayi Anda menonton TV sebaiknya orangtua menemani sehingga Anda dapat memandu dan berinteraksi dengan bayi Anda hal ini akan membantu minat bayi dalam belajar.

4. Dengarkan musik , bernyanyi dan menari dengan bayi. Bayi sangat senang dengan music atau bunyi-bunyian, tempo upbeat dan gaya energik membuat suasana hati bayi Anda menjadi senang, serta merangsang pikirannya.

5. Biarkan orang lain menggendong bayi Anda. Selama orang tersebut baik, melakukan hal ini akan membantu bayi Anda belajar tentang individualitas. Bayi tidak memiliki prasangka, penilaian atau kekhawatiran mengenai apakah seseorang gemuk atau kurus, baik atau tidak. Biarkan orang memegang bayi Anda dan dia akan belajar tentang karakteristik manusia.

6. Tetap bahagia, walaupun Anda lagi ada masalah. Karena bayi bias menangkap energi Anda. Jika Anda berada dalam suasana hati yang buruk, sedih, kesal atau marah, bayi juga akan menjadi tertekan. Selalu tersenyum dan membuat bayi Anda merasa baik. Suasana bahagia membuat bayi lebih cerdas.

7. Merangsang dengan mainan . Tentu saja setiap bayi mencintai mainan. Pilihlah mainan yang merangsang pikiran mereka. Anda juga bisa bermain dengan bayi Anda dengan membuat terowongan untuk merangkak dan keluar dari selimut, bermain cilukba, bermain walker dan ide-ide lain yang Anda buat sendiri akan merangsang bayi Anda.

8. Perkenalkan bayi Anda lebih dari satu bahasa. Anda mungkin berpikir itu akan membingungkan bayi Anda, padahal sebenarnya ini adalah waktu terbaik untuk membuat anak Anda mengenal banyak bahasa.

Ya, membuat bayi Anda cerdas membutuhkan kerja keras dan merupakan tugas yang tidak pernah berakhir, bernyanyi dan menari dengan bayi. Bayi sangat senang dengan music atau bunyi-bunyian, tempo upbeat dan gaya energik membuat suasana hati bayi Anda menjadi senang, serta merangsang pikirannya.

Kamis, 10 Oktober 2013

Mengajarkan " TOILET LEARNING " pada anak

          Hal-hal yang harus di perhatikan dalam mengajarkan TOILET LEARNING pada anak
  1. Aktivitas BAK/BAB di kamar mandi Kita perlu menjelaskan pada anak untuk aktivitas BAK/BAB harus dilakukan di kamar mandi.Dan berikan penjelasan pada anak alasanya agar kotoran yang di keluarkan bisa langsung di bersihkan. Beritahukan pada anak di mana dia harus BAK/BAB. Contohkan juga bagaimana menggunakan toilet seperti cara duduk/jongkok dan menyiram kotoran dalam kloset. Berikan pemahaman pada anak di situlah tempat BAK/BAB yang benar, bukan di tempat lain.
  2. Gunakan pospak seperlunya Biasakan memakaikan pospak pada anak seperlunya saja seperti saat bepergian. di luar itu hindari pemakain pospak pada anak termasuk saat anak tidur. Pemakain pospak yang tak kenal waktu akan mengacaukan konsep anak di mana dia harus BAK/BAB di tempat yang benar. Sehingga anak akan terbiasa menempatkan diri di mana harus pipis/pup dan membiasakan diri untuk menahan BAK/BAB-nya agar tidak kebablasan.
  3. Perhatikan pola BAK/BAB anak Apakah anak BAK/BAB setiap pagi setelah bangun tidur, berapa menit setelah makan dan minum , atau berapa jam sekali. Diwaktu-waktu tersebut coba ingatkan dan ajak anak untuk BAK/BAB di kamar mandi.Tuntun ke kamar mandi sambil jelaskan jika BAK/BAB adalah di kamar mandi.Tegaskan dengan kata-kata seperti "Kalou mau pipis/pup bilang yah, nanti kita ke kamar mandi!" Kalou tidur pun pola BAK/BAB si kecil harus di perhatikan. Seperti , berapa lama saat anak terlelap biasanya anak ingin BAK. Di saat itu anak akan terlihat gelisah ingin buang air. Bangunkan dia menjelang jam buang air kecilnya dan ajaklah ke toilet. 
  4. Persiapkan sebelum tidur Sebelum tidur, baik tidur siang atau malam , biasakan si kecil untuk BAK terlebih dahulu. Hindari minum terlalu banyak saat mau tidur supaya kandung kemih tidak penuh yang membuat anak mudah mengompol. Hindari penggunaan pospak dan perlak saat tidur supaya anak merasa "tidak aman" jika mengompol. Minta anak membangunkan orang tuanya ketika ia ingin BAK/BAB.
  5. Beri reward dan jangan melabel Pada saat anak berhasil mengontrol BAK/BAB-nya kita berikan ia reward berupa pujian, pelukan , belaian, bahkan hadiah. Reward itu akan membuat anak merasa di hargai sehingga anak lebih semangat untuk melakukan hal-hal yang lebih baik. Pada saat anak masih kesulitan untuk menerapkan TOILET LEARNING tak perlu memarahi atau bahkan memberikan label pada anak dengan sebutan si tukang ngompol atau lainnya.Pelabelan anak akan membuat anak merasa tersudut sehingga dia akan makin sulit keluar dari permasalahanya. Sehingga anak akan terus BAK/BAB sembarangan dan mengompol .Tapi dengan terus menyemangati anak dengan keyakinan bahwa ia akan mampu BAK/BAB dengan benar akan mengobarkan keinginannya untuk melakukan yang terbaik.
  6. Hukuman Hukuman yang mendidik dapat diberikan agar anak tahu bahwa BAK/BAB sembarangan adalah salah. Misal meminta anak membawa celanyan yang di ompoli ke tempat cucian , ikut mengganti sprei tempat tidurnya yang basah, dan sebagainya yang mungkin dilakukan anak. "Hukuman" seperti itu akan membuat anak semakin paham bahwa BAK/BAB sembarangan tak boleh dilakukan.       Sumber, nakita No. 560/TH.XI/21-27 Desember 2009