Kamis, 10 Oktober 2013

Mengajarkan " TOILET LEARNING " pada anak

          Hal-hal yang harus di perhatikan dalam mengajarkan TOILET LEARNING pada anak
  1. Aktivitas BAK/BAB di kamar mandi Kita perlu menjelaskan pada anak untuk aktivitas BAK/BAB harus dilakukan di kamar mandi.Dan berikan penjelasan pada anak alasanya agar kotoran yang di keluarkan bisa langsung di bersihkan. Beritahukan pada anak di mana dia harus BAK/BAB. Contohkan juga bagaimana menggunakan toilet seperti cara duduk/jongkok dan menyiram kotoran dalam kloset. Berikan pemahaman pada anak di situlah tempat BAK/BAB yang benar, bukan di tempat lain.
  2. Gunakan pospak seperlunya Biasakan memakaikan pospak pada anak seperlunya saja seperti saat bepergian. di luar itu hindari pemakain pospak pada anak termasuk saat anak tidur. Pemakain pospak yang tak kenal waktu akan mengacaukan konsep anak di mana dia harus BAK/BAB di tempat yang benar. Sehingga anak akan terbiasa menempatkan diri di mana harus pipis/pup dan membiasakan diri untuk menahan BAK/BAB-nya agar tidak kebablasan.
  3. Perhatikan pola BAK/BAB anak Apakah anak BAK/BAB setiap pagi setelah bangun tidur, berapa menit setelah makan dan minum , atau berapa jam sekali. Diwaktu-waktu tersebut coba ingatkan dan ajak anak untuk BAK/BAB di kamar mandi.Tuntun ke kamar mandi sambil jelaskan jika BAK/BAB adalah di kamar mandi.Tegaskan dengan kata-kata seperti "Kalou mau pipis/pup bilang yah, nanti kita ke kamar mandi!" Kalou tidur pun pola BAK/BAB si kecil harus di perhatikan. Seperti , berapa lama saat anak terlelap biasanya anak ingin BAK. Di saat itu anak akan terlihat gelisah ingin buang air. Bangunkan dia menjelang jam buang air kecilnya dan ajaklah ke toilet. 
  4. Persiapkan sebelum tidur Sebelum tidur, baik tidur siang atau malam , biasakan si kecil untuk BAK terlebih dahulu. Hindari minum terlalu banyak saat mau tidur supaya kandung kemih tidak penuh yang membuat anak mudah mengompol. Hindari penggunaan pospak dan perlak saat tidur supaya anak merasa "tidak aman" jika mengompol. Minta anak membangunkan orang tuanya ketika ia ingin BAK/BAB.
  5. Beri reward dan jangan melabel Pada saat anak berhasil mengontrol BAK/BAB-nya kita berikan ia reward berupa pujian, pelukan , belaian, bahkan hadiah. Reward itu akan membuat anak merasa di hargai sehingga anak lebih semangat untuk melakukan hal-hal yang lebih baik. Pada saat anak masih kesulitan untuk menerapkan TOILET LEARNING tak perlu memarahi atau bahkan memberikan label pada anak dengan sebutan si tukang ngompol atau lainnya.Pelabelan anak akan membuat anak merasa tersudut sehingga dia akan makin sulit keluar dari permasalahanya. Sehingga anak akan terus BAK/BAB sembarangan dan mengompol .Tapi dengan terus menyemangati anak dengan keyakinan bahwa ia akan mampu BAK/BAB dengan benar akan mengobarkan keinginannya untuk melakukan yang terbaik.
  6. Hukuman Hukuman yang mendidik dapat diberikan agar anak tahu bahwa BAK/BAB sembarangan adalah salah. Misal meminta anak membawa celanyan yang di ompoli ke tempat cucian , ikut mengganti sprei tempat tidurnya yang basah, dan sebagainya yang mungkin dilakukan anak. "Hukuman" seperti itu akan membuat anak semakin paham bahwa BAK/BAB sembarangan tak boleh dilakukan.       Sumber, nakita No. 560/TH.XI/21-27 Desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar