MELATIH ANAK BERPIKIR KRITIS
BERPIKIR KRITIS
Untuk melatih anak berpikir kritis , ada beberapa kondisi yang dapat diciptakan orangtua agar anak terdorong berpikir kritis adalah :
1. Menciptakan rasa aman pada anak
Untuk dapat berpikir kritis di butuhkan pola asuh yang penuh penerimaan terhadap anak, tidak mengintimidasi, dan tidak menyakiti. Anak yang tumbuh dengan rasa tidak aman akan menjadi anak yang penakut, tidak merasa bebas , merasa tertekan .Sehingga potensi berpikir kritis yang ada pada anak tidak akan muncul dan berkembang dengan baik. Sebaliknya anak yang di asuh dengan perlindungan rasa aman akan memiliki kebebasan berpendapat, keberanian berekspresi , dan kemampuan mengembangkan potensi-potensi kecerdasan pada dirinya.
2. Memperhatikan kesehatan anak
Untuk dapat berpikir kritis di butuhkan kondisi pisik dan otak yang optimal. Tugas orang tua untuk menstimulasi bagi pisik dan fungsi otaknya dengan memberikan nutrisi dan asupan gizi seimbang bagi anak sesuai umurnya.
3. Mengutamakan penjelasan ketika menerapkan aturan
Hendaknya orang tua dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya yang berpikir kritis. Orang tua yang berpikir kritis akan berusaha memahami dan mengerti kebutuhan anak dengan menjadi pendengar dan fasilitator yang bijak. Selalu berikan peenjelasan dan alasan atas apa yang di harapkan orang tua dari anaknya.
4. Memberi ruang kebebasan berpikir dan berpendapat
Berikan kebebasan berpikir dan berpendapat pada anak tanpa di batasi dan di takut - takuti. Pola asuh yang serba membatasi akan membuat anak ragu dan tidak percaya diri untuk membuktikan potensi dirinya.
5. Memberi arahan yang tepat
Anak yang berpikir kritis biasanya akan banyak bertanya. Pada anak yang masih kecil, pertanyaan diajukan untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Dengan bertambahnya usia orangtua bisa mengarahkan untuk mengajukan pertanyaan dengan cara yang baik pada orang dan waktu yang tepat. Arahan ini dapat melatih anak untuk menjadi tempat bertanyabagi orang lain.
Jangan memaksa anak berpikir keras di luar kemampuan dan minatnya. Anak yang merasa di paksa akan cenderung pasif dan menghindar dari kegiatan berpikir . Akibatnya anak cenderung negativistik. Penting juga membiasakan anak mencari tahu informasi dari sumber-sumber yang terpercaya.
6. Menerima perbedaan pendapat
Berpikir kritis sama dengan mempertanyakan alasan dan bukti suatu gagasantermasuk keberanian mengkritik pendapat diri sendiri. Sama halnya orang tua di hadapan anak, Sebelum mengharapkan sesuatu dari anak , uji dulu alasanya apakah cukup masuk akal ? Apakah harapan itu untuk kepentingan anak atau orang tua semata ? pada saat anak mempertanyakan gagasan atau aturan yang di ajukan kepadanya, orang tua harus siap menerima pendapat yang berbeda dari anak. Menerima perbedaan juga merupakan dasar dalam berpikir kritis.
Dengan kemampuan berpikir kritis , anak akan mampu menyaring apa pun yang menghampiri dirinya. Mengambil yang positif dan meninggalkan yang negatif . Anakpun akan mampu menyusun strategi kreatif untuk mengupas dan menghadapi masalah dengan menemukan solusi yang efektif dan efisien. Ia pun mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan orang lain.
sumber. nakita No.582/TH.XII/24-30 MEI 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar